~ Bad Perform ~

Adalah hanya sebuah blog biasa yang kebanyakan mengisahkan kehidupan sehari-hari si pemilik dan menyebarkan ilmu-ilmu pengetahuan yang di dapat (walau baru sedikit ilmu-ilmu yang baru di posting) :D

Foto saya
♥ Badminton & Bima Wirawan

STORY TELLING .............

Photobucket


1.      PENGERTIAN IDEOLOGI
Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Tujuan untama dibalik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit.
2.      PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup bersifat kodrati. Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup pada dasarnya memiliki unsur-unsur, yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan. Cita-cita adalah sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Kebajikan dalam hal ini, adalah nilai yang menjadi patokan usaha yang harus ditempuh untuk menggapai cita-cita. Usaha adalah hal-hal yang diupayakan sebaik mungkin untuk menggapai cita-cita yang harus dilandasi oleh keyakinan . Keyakinan diukur dengan daya pikir akal, jasmani, dan sikap maupun rasa kepada Tuhan. Hal ini yang mencirikan bahwa unsur-unsur pandangan hidup di atas saling berkaitan. Setiap orang, baik dari tingkatan yang paling rendah sampai dengan tingkatan yang paling tinggi, mempunyai cita-cita hidup.
Hanya kadar cita-citanya sajalah yang berbeda. Bagi orang yang kurang kuat imannya ataupun kurang luas wawasannya, apabila gagal mencapai cita-cita, tindakannya biasanya mengarah pada hal-hal yang bersifat negative. Suatu ironi memang, bila manusia sedang dalam keadaan senang, bahagia, serta kecukupan, mereka lupa akan pandangan hidup yang diikutinya dan berkurang rasa pengabdiannya kepada Sang Pencipta. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :
 a. Kurangnya penghayatan pandangan hidup yang diyakini.
 b. Kurangnya keyakinan pandangan hidupnya.
 c. Kurang memahami nilai dan tuntutan yang terkandung dalam pandangan hidupnya.
 d. Kurang mampu mengatasi keadaan sehingga lupa pada tuntutan hidup yang ada dalam pandangan  hidup.
 e. Sengaja melupakannya demi kebutuhan diri sendiri.

3.      PANDANGAN HIDUP PRIBADI
Pandangan hidup yang teguh merupakan pelindung seseorang. Dengan memegang teguh pandangan hidup yang diyakini, seseorang tidak akan bertindak sesuka hatinya. Ia tidak akan gegabah bila menghadapi masalah, hambatan, tantangan dan gangguan, serta kesulitan yang dihadapinya.
a.       Cita- Cita
Cita-cita menurut definisi adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Tidak ada orang hidup tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup. Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Sesuatu bisa disebut dengan cita-cita apabila telah terjadi usaha untuk mewujudkan sesuatu yang dianggap cita-cita itu.
b.      Kebajikan atau kebaikan
Pada hakikatnya adalah perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama atau etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik dan makhluk bermoral. Dia adalah seorang individu yang utuh, terdiri atas jiwa dan raga. Dia memiliki hati yang pada hakikatnya lagi, memihak pada kebenaran dan selalu mengeluarkan pendapat sendiri tentang pribadinya, perasaannya, cita-citanya, dan hal-hal lainnya. Dari yang dirasakan manusia tersebut, manusia cenderung lebih memihak pada kebaikan untuk dirinya sendiri. Inilah yang membuat sebagian manusia ‘terpilah’ menjadi manusia egois, yang seringkali seperti tidak mengenal kebajikan.
Kebajikan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya. Karena tingkah laku bersumber dari pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri. Terdapat tiga hal yang menjadi faktor yang mungkin dapat menjadikan seorang individu memiliki sikap tertentu, yaitu:
·         Pembawaan (hereditas) , sesuatu yang diturunkan dari orang tua pada anaknya.
·         Lingkungan, merupakan alam kedua yang melingkupi manusia dan di situ manusia baru akan terdidik dengan sendirinya agar bisa melanjutkan hidup.
·         Pengalaman, merupakan segala sifat dari keadaan-keadaan, baik itu manis ataupun pahit yang dirasakan dan cenderung sering terbesit di pikiran manusia.
c.       Usaha atau Perjuangan
Usaha atau perjuangan adalah bentuk kerja keras untuk mewujudkan tujuan atau cita-cita. Tanpa adanya usaha, hidup manusia tak ada artinya. Manusia diciptakan berakal dan berindra, di mana apa yang dititipkan-Nya harus dipotensialkan sesuai kemampuannya.
d.      Keyakinan atau Kepercayaan
Keyakinan atau kepercayaan berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Manusia memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda dalam meraih tujuan atau cita-cita masing-masing. Pandangan hidup ini mau tidak mau akan menjadi pedoman untuk mengantarkan mereka pada tujuan atau cita-cita tersebut. Maka yang sebaiknya dilakukan manusia adalah memikirkan, merancang, atau menentukan langkah- langkah berpandangan hidup yang baik.

4.      PANDANGAN HIDUP WARGA NEGARA
Keragaman budaya bangsa Indonesia diungkapkan dengan kalimat Bhinneka Tunggal Ika yang mengandung arti, meskipun bangsa Indonesia itu terdiri dari berbagai suku bangsa, budaya dan bahasa, tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia itu satu sebagai bangsa.
Secara konsepsional, keragaman budaya itu merupakan aset bangsa, oleh karena itu perbedaan tidak harus dipersoalkan, sepanjang perbedaan itu dalam kerangka persatuan. Pancasila sering disebut sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. Artinya nilai-nilai dari sila-sila Pancasila memang digali dari khazanah kebudayaan bangsa. Dari itu maka setiap pandangan hidup warga bangsa dijamin eksistensinya. Setiap warga negara dijamin oleh Undang-Undang untuk menjalankan agamanya sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya.

5.      PANDANGAN HIDUP UMAT MUSLIM
Pandangan hidup Islam dicanangkan oleh Nabi di Makkah melalui penyampaian wahyu Allah dengan cara-cara yang khas. Setiap kali Nabi menerima wahyu yang berupa ayat-ayat al-Qur’an, beliau menjelaskan dan menyebarkannya kemasyarakat.
Dalam Islam, pandangan hidup itu disebut aqidah (suatu keyakinan yang mengikat batin manusia). Karena mengikat batin maka aqidah menjadi pegangan hidup. Aqidah Islam memperkenalkan kepada manusia tentang Tuhan, tentang alam raya dan tentang makhluk manusia, di mana setiap individu termasuk di dalamnya.
Semua manusia secara naluriah mengenal dirinya dan alam sekitarnya sampai kepada alam raya. Secara naluriah manusia juga mengenal Tuhan (sekalipun dalam berbagai macam persepsi) dan pengenalannya itu saat menjadi keyakinan, memberikan pandangan hidup tertentu yang dijadikannya pegangan hidup bagi dirinya. Pandangan hidup yang diajarkan Islam menjelaskan kepada manusia bahwa ke-HIDUP-an itu adalah sesuatu yang amat mulia dan amat berharga.
Hidup yang dianugerahkan Allah kepada manusia merupakan modal dasar untuk memenuhi fungsinya dan menentukan harkat dan martabatnya sendiri. Oleh karena itu pesan-pesan al Qur'an dan hadis Rasulullah sendiri memberikan banyak peringatan kepada manusia supaya menggunakan modal dasar tersebut secermat mungkin dan jangan sekali-kali menyia-nyiakannya, karena ia sangat terbatas, baik waktunya maupun ruangnya. Lebih jauh lagi dijelaskan tentang adanya dua jenis ke-HIDUP-an, yaitu kehidupan manusia di bumi yang sangat terbatas ruang dan waktunya, dan karena keterbatasannya itu ia tidak bersifat kekal abadi, namun sifatnya nyata sehingga setiap orang mudah mengenalnya dan merasakannya.
Selanjutnya jenis kehidupan lain yang diperkenalkan Islam adalah kehidupan di alam akhirat yang mutunya lebih tinggi, karena tidak terbatas dan bersifat kekal abadi. Segala kenikmatan yang ada di dalam kehidupan akhirat adalah lebih sempurna. Kedua jenis kehidupan tersebut itu bukan berdiri sendiri-sendiri, tetapi yang kedua merupakan kelanjutan dan penyempurnaan dari yang pertama. Alam akhirat merupakan tempat dan saat perhitungan akhir, dan penentuan nilai tetap bagi setiap manusia yang pernah menjalani kehidupan di alam dunia. Alam akhirat bukan lagi tempat dan waktu bekerja dan berbuat, tetapi hanyalah tempat dan saat menerima hasil akhir kerja dan perbuatan yang telah dilakukan sebelumnya, yaitu selama kita hidup di bumi ini. Dengan demikian, nyatalah bahwa kehidupan sebelumnya itu (yakni di dunia) sangat penting artinya. Kesempatan bekerja dan berbuat hanyalah didapatkan dalam kehidupan di alam dunia ini saja. Jadi benar-benarlah bahwa kehidupan di alam dunia ini merupakan modal dasar bagi manusia.





DAFTAR PUSTAKA
  1. Maulana, Panji. 2012. Pandangan Hidup dan Ideologi [terhubung berkala] http://panjinji.wordpress.com/2012/04/24/pandangan-hidup-dan-ideologi/ . [1 Desember 2012].
  2. Saepudin. 2012. Manusia dan Pandangan Hidup [terhubung berkala] http://amrozi-gitz.blogspot.com/2012/06/manusia-dan-pandangan-hidup.html . [1 Desember 2012].
  3. Syafii, M. Agus. 2008. Pandangan Hidup Bangsa Indonesia [terhubung berkala] http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=10098 . [1 Desember 2012].


1.    Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan dapat dialami setiap  manusia. Apa itu Kegelisahan ? Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidaksabar, dan cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kwatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Kegelisahanhanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Kegelisahan merupakansalah satu ekspresi kecemasan. Karena itu dalam pengertian sehari-hari kegelisahan juga diartikan kecemasan, kekhawatiran ataupun ketakutan.
Umumnya manusia takut pada kegelisahan dan mendambakan kebahagiaan. Tapi justru yang ditakutkan itu sering datang pada kehidupan kita. Dan yang didambakan itu sering menjauh dari kita. Mengapa? Kegelisahan tidak jarang bersahabat dengan umumnya kita.
Dan yang sekarang kita ketahui yang paling sering mengalami kegelisahan dan permasalahan adalah para remaja. Mari kita bahas permasalahan pada remaja.
2.      Permasalahan pada Remaja
Remaja sering kali dianggap sebagai kelompok yang “aneh”, karena dalam kehidupanya kelompok ini sering menganut kaidah-kaidah  dan nilai-nilai yang berbeda atau bertentangan dengan kaidah-kaidah dan  nilai yang dianut orange dewasa terutama orang tuanya. Ditinjau  dari segi usia tidak mudah menentukan secara pasti, siapa yang dianggap sebagai kelompok remaja ini, namun pada umumnya, masyarakat berpendapat bahwa kelompok remaja terbagi menjadi  menjadi dua yaitu remaja awal dan remaja akhir.Golongan remaja awal (early adolescence) adalah kelompok anak yang berusia 13-17 tahun, sedang remaja akhir adalah mereka yang berusia 17-18 tahun ke atas sampai menginjak masa dewasa awal.
Bentuk–bentuk kegelisahan dalam diri remaja dapat menjelma dalam suatu bentuk, seperti ;
·         Keterasingan
Terasing, diasingkan atau sedang dalam keterasingan sudah ada sejak puluhan bahkan ribuan tahun lamanya. Dimana terasing pada dasarnya dapat didefinisikan sebagi bentuk kehilangan eksistensi diri yang disebabkan tidak adanya pengakuan tentang keberadaan kita “secara hakikat” atau dengan kata lain merasa tersisihkan dan termarjinalkan oleh diri sendiri dan orang lain dalam pergaulan atau mayarakat. Keterasingan disebabkan oleh dua faktor, yaitu (1) Faktor intern, atau fakor yang berasal dari dalam diri sendiri seperti merasa berbeda dengan orang lain, rendah diri dan bersikap apatis dengan lingkungan. (2) Faktor ekstern, yaitu faktor yang berasal dari luar diri. Faktor ini pun bias bersumber pad afaktor yang pertama.
·         Kesepian
Aplikasi dan perwujudan dari terasing adalah kesepian. Jika seseorang sudah merasa diasingkan maka orang tersebut akan mengalami kesepian dalam diri dan lingkunga sehingga merasa sepia tau kesepian. Jika hal ini terus dibiarkan maka orang tersebut akan kehilangan unsur dan karakter unik dalam dirinya senhingga dia pun sulit untuk mengenali dirinya.
Bila ini tidak segera diatasi akan berdampak buruk pada diri remaja tersebut. Sehingga para remaja ini memustuskan untuk menyendiri dan tidak berinteraksi kepada orang-orang yang ada di sekelilingnya yang dalam jangka waktu kedepannya akan mengakibatkan para remana ini menjadi ansos (anti sosial).
3.      Cara Mengatasi Kegelisahan dan Permasalahan pada Remaja
a.       Diskusikan dengan orang yang tepat
Teman tidak selalu pihak yang tepat, apalagi jika hanya mengkonfirmasi hal-hal yang ingin di dengar. Teman seperti ini, hanya menambah pikiran dan beban emosional, tapi belum tentu punya solusi. Carilah orang yang mungkin saja punya pendapat dan jalan pikiran yang beda. Perbedaan itu membuat otak berpikir kritis dalam membaca persoalan, sehingga sedikit demi sedikit diperoleh gambaran yang obyektif akan apa yang sebenarnya terjadi. Cara ini membantu menentukan tindakan apa yang sebaiknya dilakukan.
b.      Berinisiatif untuk mencari solusi dan realisasikan dalam tindakan
Bergerak dan mengusahakan sekecil apapun tindakan, akan membawa perbedaan besar. Meskipun usahanya mentok, bukan berarti gagal, malah memberi pengetahuan baru bahwa perlu cara lain untuk melangkah berikutnya.
c.       Membuka diri, mau melihat sisi lain
Ibarat belajar, jangan hanya membaca dari 1 buku atau 1 orang dan menganggap itu satu-satunya yang paling baik dan benar. Coba cari teori dan penjelasan lain tentang masalah yang dihadapi, bisa dengan bertanya pada profesional yang accessible, baik secara langsung maupun tak langsung (lewat email/internet) banyak web site yang menyediakan informasi yang dibutuhkan remaja untuk membantunya memahami, apa sih yang sebenarnya terjadi.
d.      Berpikir Positif
Prinsip yang harus di yakini, bahwa selama hidupnya, manusia pasti menghadapi masalah karena dari masalah kita belajar menjadi bijak, pandai dan dewasa.



DAFTAR PUSTAKA
1. Budhiyarti, Oetari. 2012. Manusia dan Kegelisahan [terhubung berkala], http://oebudhi.blogspot.com/2012/06/manusia-dan-kegelisahan.html . [22 November 2012].
2. Hutomo, Albar. 2012. Tulisan Manusia dan Kegelisahan [terhubung berkala], http://albarhp.blogspot.com/2012/06/tulisan-manusia-dan-kegelisahan.html . [22 November 2012].


1.     Pengertian Keadilan
Keadilan merupakan suatu hasil pengambilan keputusan yang mengandung kebenaran, tidak memihak, dapat dipertanggungjawabkan dan memperlakukan setiap orang pada kedudukan yang sama di depan hukum. Perwujudan keadilan dapat dilaksanakan dalam ruang lingkup kehidupan masyarakat, bernegara dan kehidupan masyarakat intenasional.
Keadilan dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang tidak berdasarkan kesewenang-wenangan. Keadilan juga dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang didasarkan norma-norma, baik norma agama maupun hukum. Keadilan ditunjukkan melalui sikap dan perbuatan yang tidak berat sebelah dan memberi sesuatu kepada orang lain yang menjadi haknya.
2.      Pentingnya Berbuat Adil
Banyak sekali ayat al-Qur’an yang memerintah kita berbuat adil. Misalnya, Allah SWT berfirman: Berlaku adillah! Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. (Surah al-Ma-idah/5: 8).
Dijelaskan ayat ini, keadilan itu sangat dekat dengan ketakwaan. Orang yang berbuat adil berarti orang yang bertakwa. Orang yang tidak berbuat adil alias zalim berarti orang yang tidak bertakwa. Dan, hanya orang adil-lah (berarti orang yang bertakwa) yang bisa mensejahterakan masyarakatnya.
Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman: Katakanlah, "Tuhanku memerintahkan menjalankan al-qisth (keadilan)" (Surah al-A’raf/7: 29). Sesungguhnya Allah memerintahkan berlaku adil dan berbuat ihsan (kebajikan) (Surah al-Nahl/16: 90). Sesungguhnya Allah telah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan (menyuruh kamu apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil). Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-sebaiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Surah al-Nisa/4: 58).

3.      Macam- Macam Keadilan
a.      Keadilan legal/moral
Keadilan ini timbul dengan sendirinya karena penyatuan dan penyesuaian agar terwujud hubungan sesama manusia yang harmonis satu sama lain.dapat disebut legal karna tanpa kesepakatan tertulis maupun tidak keadilan moral harus terus berjalan untuk keharmonisan hidup bersama.jika tidak dilakukan akan terjadi kekacauan dalam masyarakat,misalnya/contohnya seorang buruh bangunan yang ikut mencampuri urusan kantor yang dibangunnya.
b.      Keadilan Distributif;
Keadilan distributif atau dengan kata lain keadilan dalam segala macam pembagian. Contoh senderhananya yaitu pengajar les yang telah mengajar sebulan dan yang mengajar dua bulan harus dibedakan gajinya meski mereka mengajar mata pelajaran yang sama.
c.       Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
 
4.      Contoh Keadilan
Contoh paling mudah dalam menerapkan keadilan itu adalah sebuah kejujuran. Kejujuran adalah sikap yang diambil dari dalam nurani hati manusia, sesuatu dapat dikatakan jujur, jika orang berbicara dengan benar dan dengan fakta yang didasarkan oleh hati nurani manusia tersebut.
Pada hakekatnya jujur dilandasi oleh sikap dan kesadaran yang berdasarkan oleh pengakuan kebenaran. Dan dalam ajaran agama Islam di perjelas bagi muslim untuk bersikap jujur, karena sikap jujur dapat menjadikan manusia tersebut mulia, dan dapat menjadi contoh untuk yang lainnya.
Macam – macam kejujuran di antaranya ; 
  • Jujur dalam perkataan.Setiap orang harus menjaga perkataannya,tidak berkata kecuali yang benar dan secara jujur.
  • Jujur dalam niat dan kehendak.Hal ini dikembalikan kepada ikhlas.Jika amalannya ternodai bagian-bagian nafsu,maka gugurlah kejujuran niatnya dan pelakunya.
  • Jujur dalam hasrat dan pemenuhan hasrat itu.Contoh yang pertama seperti berucap’’Jika Allah menganugerahkan harta benda kepadaku,maka aku akan menshadaqahkan semuanya’’,Boleh jadi hasrat ini jujur dan boleh jadi ada keraguan di dalamnya.
  • Jujur dalam amal perbuatan.Artinya harus menyelaraskan antara yang tersembunyi dan yang tampak, agar amalan-amalannya yang zhahir tidak terlalu menampakkan kekusyu’an atau sejenisnya,dengan mengalahkan apa yang ada didalam hatinya.
  • Jujur dalam merealisasikan perintah agama. Ini merupakan derajat jujur yang paling tinggi, seperti jujur dalam rasa takut, mengharap, zuhud, riddha, cinta, tawakal, dan lain-lainnya. 

Daftar Pustaka
  1. Haruman, Muhammad Ganif. 2012. Makna Keadilan [terhubung berkala], http://muhamadganifharuman.blogspot.com/2012/04/makna-keadilan_17.html . [21 November 2012].
  2. Martem, Andrew. 2011. Macam-Macam Keadilan [terhubung berkala], http://andrwmarthen.blogspot.com/2011/03/macam-macam-keadilan.html . [21 November 201
  3. Medianto, Ahmad. 2011. Makna Keadilan [terhubung berkala], http://medyfrezee15.blogspot.com/2011/04/makna-keadilan.html . [21 November 2012].

Haaalllllloooooooooo!!!!! ya ampun ASSALAMMUALAIKUUMM!!! ngahahay. udah lama gak cerita rusuh disini yak.. baru sadar blog gue yang udah menahun ini cerita-ceritanya sudah tertutup dengan tugas-tugas gue yang pengumpulannya harus melalui blog.. yaahh gak perlu tau deh matkul apa. diterangin disini juga susah sih pasti pada banyak yang gak ngerti, ntar banyak nanya, ntar gak dijawab ngambek, musuhan deh gaaaaahh ~ Tuzki Bunny Emoticon

eh iyah gue udah 1 bulan kuliah di universitas yang lagi gue singgahi sekarang, bersama kelas 1EA04.  Alhamdulillah banget looooohh ada yang mau temenan sama gue, banyak lagi wkakaka.. jadi gak suram-suram amat hidup gue di kuliah ini. hahahay.. walaupun ibarat kata kalo dikelas duduk paling depan mulu, tapi kerennya gue juga tetep bisa dapet hiburan dan lawakan. yah lumayan laah perut bisa six pack kalo 1 semester ketawa mulu kerjaan

gue mau ceritain kegiatan yang gue lalui 1 bulan ini. gue sebut merk aja yah biar lebih enak. gue punya temen seperjuangan gue yaitu Rintintin (alias titin lasria manurung. dia selalu protes kalo gue nyebut dia rintintin. katanya gak bagus), kemudian Cipa (alias syifa wati. dan baru hari ini namanya gue rubah jadi cipaganti dan dia protes), ada Intan (bingung namanya mau gue ubah kayak gimana, dan akhirnya namanya tadi gue ubah jadi Intan Markoco, asli markoconya itu yang buat gue ngakak mulu), lalu ada Della, Ana (sering gue suruh ngomong padang cuma gak mau mulu),Mala, Risna (kadang kalo lagi iseng gue panggil risna mukti), Kartika (gue selalu godain dia "tik gue laper, lu ulang tahun kan hari ini?" di balas "lu sarap yu! gue ulang tahun mulu tiap hari, tua gue"), Nisa (kalo iseng gue manggil dia APIP (nama aslinya Afif Anisatul Latifah), dan dia protes dengan logat jawa kalo gue manggilnya apip), ada Dea, Wilda. Nah itu baru ceweknya aja.. Selama ini kalo cerita sama mereka-mereka tuh gak ada habisnya dan alhamdulillah sampe sekarang belum bosan untuk ketawa-ketiwi dan sebagainya. Untuk soal pelajaran alhamdulillah kompak banget. Yah seneng banget deh gue bisa dibilang.
Tuzki Bunny Emoticon


Kegiatan gue itu yang gak lain dan gak bukan adalah yah kuliah, belajar, meratiin dosen, makan permen kalo ngantuk. Setelah dosen keluar, langsung pada cerita-cerita. ada angin apa gituuuu yaah.. ada seorang cowok cina datang dan memperkenalkan diri sebagai Richard nimbrung. dan godain temen gue yang namanya kartika ini. Kartika ini memang agak sedikit latah, jadi richard seneng banget godain kartika kalo lagi istirahat atau dosennya telat. gue sempet ngerekam gimana dia ngelatahin temen gue ini. hahahha.. maaf cuma bisa di video karena gue gak bisa menggambarkan kelucuan itu dengan tulisan




Setelah beberapa lama kemudian akhirnya ada beberapa cowok yang ikutan nimbrung alias ngobrol2 sama 13 orang cewek ini namanya Richard (yang sempet gue ceritain di atas),  Yogie, Fawwaz, Agung, Eka Gilang (Dia mengaku-ngakui bahwa namanya itu gemblong dan dia juga mengakui bahwa dirinya itu manis) HAAPPAAHHH Tuzki Bunny Emoticon *keselek*.

Yah bisa dibilang cowok2 diatas itu hiburan buat para cewek2 ini yang lagi pusing, stress mikirin tugas. dan mereka tampil kayak lenong ngelawak depan kelas. hahaha mereka adalah sukarelawan yang tidak dipanggil loh buat ngelawak.

Jadi bisa dibilang kalo lagi di kampus (cie elah kampus biasanya suka keceplosan sekolah) kegitan gue bervariasi deh. gak cuma duduk doang, ngelamun, berkutat dengan tulisan di binder lagi yang bikin otak gue  aaaarrrgghhh puuussiiinnnggg
Tuzki Bunny Emoticon


tapi yang harus gue syukurin adalah masih bisa ngerasain kompaknya temen-temen gue yang gue punya sekarang. Mudah-mudahan seterusnya kompak. jadi yah kamis depan ke salon? cewek-cewek  wakakakka...

byeeeee byeeee Tuzki Bunny Emoticon
assalammualaikum




1.      Definisi Penderitaan
            Penderitaan adalah menanggung atau menjalani sesuatu yang sangat tidak menyenangkan. Penderitaan itu ada tiga macam yaitu penderitaan yang dialami secara lahir (fisik), penderitaan yang dialami secara batin (mental/ psikologis), dan yang ketiga gabungan dari penderitaan lahir dan penderitaan batin (fisik dan psikologis). Sebab-sebab munculnya penderitaan ada dua, yang pertama adalah Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia, dan yang kedua penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab tuhan. Saya akan membahas satu persatu sebab-sebab penderitaan tersebut.
·         Penderitaan yang timbul karena perbuatan manusia
            Biasanya dapat terjadi dalam hubungan ptimi manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Perbuatan buruk antara ptimi manusia contohnya, pelecehan seksual, kekerasan yang berakibat hilangnya nyawa seseorang. Kemudian perbuatan buruk manusia terhadap lingkungannya pun dapat menimbulkan bagi penderitaan bagi manusia yang lainnya. Tetapi kebanyakan manusia tidak menyadari karena perbuatannyalah yang menimbulkan penderitaan pada manusia yang lainnya. Kebanyakan manusia baru menyadari kesalahannya ketika bencana yang menimbulkan penderitaan bagi manusia yang lainnya itu sudah terjadi. Contohnya, musibah banjir dan tanah longsor .
·         Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan atau azab tuhan
            Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan ptimism dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu. Contohnya, Nabi Ayub mengalami siksaan Tuhan, tetapi dengan sabar ia menerima cobaan ini. Bertahun–tahun ia menderita penyakit kulit, sehingga istrinya bosan merawatnya, dan ia dikucilkan. Berkat kesabarannya dan kepasrahannya kepada Tuhan, maka seiring berjalannya waktu Nabi Ayub pun sembuh dan tampak lebih muda, sehingga istrinya tidak mengenalinnya lagi.

   2.  Hubungan Manusia dengan Penderitaan

        Allah adalah pencipta segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Dialah yang maha kuasa atas segala yang ada isi jagad raya ini. Beliau menciptakan mahluk yang bernyawa dan tak bernyawa. Allah tetap kekal dan tak pernah terikat dengan penderitaan.

            Mahluk bernyawa memiliki sifat ingin tepenuhi segala hasrat dan keinginannya. Perlu di pahami mahluk hidup selalu membutuhkan pembaharuan dalam diri, seperti memerlukan bahan pangan untuk kelangsungan hidup, membutuh air dan udara. Dan membutuhkan penyegaran rohani berupa ketenangan. Apa bila tidak terpenuhi manusia akan mengalami penderitaan. Dan bila sengaja tidak di penuhi manusia telah melakukang penganiayaan. Namun bila hasrat menjadi patokan untuk selalu di penuhi akan membawa pada kesesatan yang berujung pada penderitaan kekal di akhirat. Manusia sebagai mahluk yang berakal dan berfikir, tidak hanya menggunakan insting namun juga pemikirannya dan perasaanya. Tidak hanya naluri namun juga nurani.

            Manusia diciptakan sebagai mahluk yang paling mulia namun manusia tidak dapat berdiri sendiri secara mutlah. Manusia perlu menjaga dirinya dan selalu mengharapkan perlindungan kepada penciptanya. Manusia kadang kala mengalami kesusahan dalam penghidupanya, dan terkadang sakit jasmaninya akibat tidak dapat memenuhi penghidupanya.

            Manusia memerlukan rasa aman agar dirinya terhidar dari penyiksaan. Karena bila tidak dapat memenuhi rasa aman manusia akan mengalami rasa sakit. Manusia selau berusaha memahami kehendak Allah, karena bila hanya memenuhi kehendak untuk mencapai hasrat, walau tidak menderita didunia, namun sikap memenuhi kehendak hanya akan membawa pada pintu-pintu kesesatan dan membawa pada penyiksaan didalam neraka.

            Manusia didunia melakukan kenikmatan berlebihan akan membawa pada penderitaan dan rasa sakit. Muncul penyakit jasmani juga terkadang muncul dari penyakit rohani. Manusia mendapat penyiksaan di dunia agar kembali pada jalan Allah dan menyadari kesalahanya.            Namun bila manusia tidak menyadari malah semakin menjauhkan diri maka akan membawa pada pederitaan untuk dirinya sendiri.

     3.    Pengaruh Penderitaan
            Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap ini diungkapkan dalam peribahasa “sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna”, “nasi sudah menjadi bubur”. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup.
            Sikap positifnya misalnya kita menjadi lebih kuat, sabar, dan tawakkal dalam menghadapi penderitaan, agar penderitaan yang dirasakan berkurang. Juga kita bisa mengambil hikmah dari penderitaan yang kita terima.
            Setelah kita tau apa itu pengertian penderitaan dan sebab-sebabnya, selanjutnya saya akan membahas tentang perekonomian di Indonesia sekarang dan penderitaan masyarakatnya.
    
4.     Perekonomian Indonesia zaman sekarang dan akibatnya
            Sudah kita ketahui sekarang bahwa perekonomian di negara kita ini sedang tidak stabil dan tergolong lambat akibat dari berbagai permasalahan yang dihadapi sekarang ini. Salah satu permasalahan tersebut ialah, tingkat pengangguran yang masih tinggi. Masalah ini merupakan masalah klasik di negeri ini yang tiap periode selalu menjadi perbincangan hangat. Meski telah terjadi penurunan angka pengangguran, tetap saja tidak banyak membantu bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Akibatnya adalah tetap adanya tindakan kriminal yang terjadi di Indonesia ini.
            Kemudian kebijakan pemerintah dengan menaikkan harga BBM yang hasilnya adalah menambah penderitaan rakyat kecil dan masyarakat kecil semakin menjerit karena ketidak mampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan harus menanggung beban yang lebih banyak lagi agar mereka dapat bertahan hidup.

5.   Solusi
            Sebaiknya pemerintah dan masyarakat Indonesia harus sama-sama bertanggung jawab atas perekonomian negara ini. Pemerintah harus berfikir baik-baik dan hati-hati dalam mengeluarkan kebijakan. Agar dalam satu kalangan masyarakat yang kurang mampu tidak merasa dirugikan akan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.
            Sedangkan kalangan masyarakat yang berekonomi baik harus mempunyai rasa dan jiwa saling tolong menolong dengan masyarakat yang kurang mampu agar penderitaan yang dirasakan oleh masyarakat yang kurang mampu tersebut dapat terselesaikan dengan cepat dan juga masyarakat tidak hanya bergantung pada pemerintah saja, tetapi adanya program pemberdayaan masyarakat dari masyarakat itu sendiri juga bisa menjadi solusi mengatasi penderitaan.

DAFTAR PUSTAKA
1.      Irawan, Fauzi. 2012. Penderitaan Manusia (Opini), [terhubung berkala] http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/06/08/penderitaan-manusia-opini/ , [29 Oktober 2012].
2.      Laila, Desi.  2011. Manusia dan Penderitaan, [terhubung berkala] http://desilaila.multiply.com/journal/item/21/BAB_6_IBD_MANUSIA_DAN_PENDERITAAN?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem, [29 Oktober 2012]
3.      Wijaya, Miranti. 2012. Manusia dan Penderitaan, [terhubung berkala] http://demirantiwijaya.blogspot.com/2012/03/manusia-dan-penderitaan.html, [29 Oktober 2012].